7 Penyebab Keluarnya Air Liur Saat Tidur Pada Orang Dewasa

Mulut selalu menghasilkan air liur. Terkadang air liur itu dapat keluar saat tidur hingga saat terjaga kelihatan ada bintik di bantal. Ini hal yang lumrah, tetapi jadi tidak lumrah bila itu dibarengi dengan tanda-tanda yang lain.

Penyebab keluarnya air liur saat tidur serta dibarengi tanda-tanda lain, dapat mengisyaratkan seorang terserang infeksi, alergi, atau masalah pencernaan. Dikutip dari Livestrong, Minggu, 20 Juni 2021, berikut enam pemicu berikut langkah menanganinya.

7 penyebab air liur keluar saat tidur

7 penyebab air liur keluar saat tidur
7 penyebab air liur keluar saat tidur

1. Obstruksi hidung

Kapan paling akhir pilek atau flu dengan hidung mampet? Umumnya ini mengakibatkan kesusahan bernapas lewat lubang hidung, jadi mengisap dan mengembuskan napas lewat mulut berasa lebih gampang.

Saat hidung mampet atau tersumbat, mulut menjadi tetap terbuka saat tidur. Itu penyebabnya kerap kali keluar air liur, kata Shawn Nasseri, seorang pakar bedah telinga, hidung dan kerongkongan.

Lendir kemungkinan jadi pemicunya, tapi bengkak hidung atau penyumbatan apa saja seperti septum yang menyelimpang, polip hidung, atau kelenjar gondok yang jadi membesar bisa mengakibatkan pernafasan mulut atau memperburuknya, kata Nasseri.

Masseri mereferensikan memakai semprotan garam enteng untuk menolong bersihkan hidung. Bila pemicunya obstruksi anatomi, umumnya ini dampaknya tetap. Tanyakan sama dokter.

2. Alergi

Alergi bisa saja benar-benar serius untuk orang yang merasakannya. Salah tanda-tanda umum ialah air liur yang terlalu berlebih dan hidung mampet selama seharian, dan khususnya pada malam hari. Tanda-tanda yang lain ialah batuk kering, napas sesak atau gatal, dan mata berair, menurut American College of Allergy, Asthma dan Immunology (ACAAI).

Baca Juga:
Manfaat Tidur Tanpa Busana Bagi Wanita Dan Pria Serta Alasan Harus Memakai Busana

“Saat kita akan tidur, hidung mampet condong berasa lebih buruk karena kenaikan saluran darah ke dalam hidung dan kepala ,” ucapnya. Dan saat tertidur dengan hidung mampet, orang condong bernapas dari mulut hingga air liur gampang keluar.

Untuk menanganinya, Nasseri merekomendasikan tidur dengan status kepala semakin tinggi. Pakai pelembap udara pada malam hari untuk buka aliran hidung dan memberinya kelembapan didalamnya, pakai semprotan garam saat sebelum tidur.

3. Infeksi

Saat mempunyai infeksi sinus atau radang kerongkongan, mekanisme saraf mengakibatkan bengkak kerongkongan hingga lebih susah untuk menelan air liur. Nasseri menjelaskan, ini membuat orang mau tak mau bernapas lewat mulut hingga membuat semakin banyak air liur dan, pada akhirannya, ngiler.

Tangani dengan kontribusi dokter. Nasseri merekomendasikan minum banyak air dan konsumsi obat penurun ngilu.

4. GERD

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) mengakibatkan refluks asam karena tenggorokan tidak bekerja secara benar hingga memungkinkannya asam lambung naik. Salah satunya reaksi yang muncuk adalahproduksi air liur semakin banyak, kata Nasseri.

“Sebagai jalan keluar, coba ganti status tidur Anda ke segi kiri untuk kurangi refluks asam,” kata Nasseri merekomendasikan. Anda dapat lakukan peralihan skema makan dan pola hidup untuk menangani refluks asam, terhitung menghindar makan minimal beberapa saat saat sebelum tidur, sambungnya.

5. Sleep apnea

Sleep apnea ialah masalah tidur di mana terjadi henti napas seringkali – bahkan bisa saja beberapa ratus kali – tiap malam, menurut Mayo Clinic. Anda kemungkinan tidak bangun, tapi otak menulisnya.

“Apnea bisa memblok aliran udara saat tidur, mengakibatkan otak lupa mengirimi signal ke kerongkongan dan otot mulut untuk bernapas,” kata Nasseri. “Bila signal ini dikunci, itu bisa mengakibatkan produksi air liur terlalu berlebih, yang mengakibatkan ngiler.”

Baca Juga:
Ketergantungan Pada Suhu Tidur

Jumpai dokter untuk menolong menangani permasalahan tidur ini. Nasseri menjelaskan umumnya, apnea bisa diobati dengan alat oral, seperti mesin CPAP, untuk menempatkan ulangi tempat rahang dan mulut.

6. Pengaruh Beberapa obat

Pengaruh Beberapa obat tertentu seperti antipsikotik bisa mempertingkat produksi air liur dan membuat susah menelan hingga keluar iler, kata Nasseri.

Seharusnya bahas sama dokter mengenai opsi obat yang lain.

7. Umur tua

Air liur menjadi sisi normal proses dari penuaan, kata Andrew Ordon, seorang pakar THT dan pakar bedah plastik. Terkadang kapabilitas otot bibir dan mulut yang buruk dan peluang lenyapnya volume bibir dan sekitaran mulut karena umur atau gigi palsu mengakibatkan air liur.

Beberapa penyebab permasalahan air liur berlebihan

beberapa penyebab permasalahan air liur berlebihan
beberapa penyebab permasalahan air liur berlebihan

Hipersalivasi mengakibatkan mulut terus-terusan disanggupi liur hingga bisa mengakibatkan seorang terlihat ngeces atau ngiler, perlu meludah terus-terusan, dan susah menelan. Secara klinis hipersalivasi dapat berpengaruh sebagai di bawah ini.

  • Bibir kering
  • Iritasi sampai infeksi kulit disekitaran rongga mulut
  • Berbau mulut
  • Dehidrasi
  • Kesusahan berbicara
  • Persoalan dalam rasakan makanan

Seorang yang alami hipersalivasi kemungkinan akan mengisap cairan saliva hingga masuk ke mekanisme pernafasan hingga memunculkan refleks untuk muntah dan batuk. Bila terjadi berulang-ulang, dicemaskan bisa menjadi infeksi berulang-ulang dan beresiko alami penyakit paru-paru.

Tidak cuma faktor klinis saja, karena air liur berlebihan bisa juga berpengaruh pada faktor psikis. Satu diantaranya ialah bisa memengaruhi tingkat keyakinan diri seorang.

Disamping itu hipersalivasi pada beberapa keadaan punya pengaruh pada kegiatan setiap hari, misalkan seorang harus seringkali ganti baju atau resiko untuk menghancurkan beberapa benda disekelilingnya.

cara mengatasi air liur berlebihan saat tidur

cara mengatasi air liur berlebihan saat tidur
cara mengatasi air liur berlebihan saat tidur

Produksi air liur berlebihan akan berakhir dan normal kembali demikian hal yang mengakibatkan yang lenyap atau diobati. Hingga ada beragam cara mengatasi air liur berlebihan dengan lebih dulu ketahui pemicunya.

Baca Juga:
Memahami Tentang Tidur Serta Kinerja Dasar Otak Saat Itu

Dokter akan mengenal keadaan hipersalivasi dengan berunding mengenai tanda-tanda dan peluang keadaan kesehatan yang lain Anda rasakan terkait dengan pemicu hipersalivasi. Bila hipersalivasi terkait dengan permasalahan gigi berlubang dan infeksi pada gigi, karena itu seharusnya Anda selekasnya memeriksa diri dan konsultasi ke dokter gigi.

cara mengatasi air liur berlebihan saat tidur di dalam rumah bisa dilaksanakan jika pemicunya datang dari permasalahan infeksi enteng, seperti infeksi gusi dan iritasi mulut. Ke-2 pemicu itu bisa diatasi dengan jaga kebersihan mulut. Adapun banyak hal yang bisa Anda kerjakan untuk mengatasi permasalahan mulut ini seperti berikut.

1. Menggosok gigi memakai obat kumur

Menggosok gigi secara benar dan teratur sebagai salah satunya cara mengontrol hipersalivasi karena memunculkan dampak keringkan mulut. Hal sama dapat diketemukan saat Anda berkumur dengan memakai obat kumur yang beralkohol.

2. Memakai beberapa obat dari dokter

Hipersalivasi bisa diatasi dengan beberapa penyembuhan klinis, seperti glycopyrrolate dan scopolamine. Glycopyrrolate sebagai obat oral yang berperan sebagai penghalang stimulan saraf ke kelenjar saliva hingga mulut semakin sedikit menghasilkan air liur.

Saat itu, scopolamine sebagai obat luar berupa plester atau patch yang ditempelkan ada di belakang telinga dan berperan sebagai penghalang stimulan saraf ke kelenjar saliva.

Seperti tipe beberapa obat lain, ke-2 tipe penyembuhan itu bisa memunculkan efek, seperti pusing, jantung berdebar-debar, masalah berkemih, hiperaktivitas, mulut kering, sampai masalah pandangan.

3. Jalan klinis

Dikutip dari jurnal American Academy of Famili Physicians, suntik botox (botulinum toxin) type A yang disuntikkan ke kelenjar air liur bisa mengatasi hipersalivasi pada pasien dewasa. Dampak penyembuhan ini bisa bertahan sekitaran 5 bulan dan perlu perawatan berulang-ulang untuk periode panjang.

Baca Juga:
Penyebab Insomnia dan Faktor Risiko Yang Akan Terjadi

Selanjutnya perlakuan operasi atau bedah pada kelenjar ludah dapat dilaksanakan dengan proses simpel dan tidak membutuhkan bius keseluruhan. Sayang permasalahan air liur berlebihan kemungkinan dijumpai kembali sesudah 18 bulan, di mana jaringan ini mulai berkembang kembali.

Ada juga pilihan therapy radiasi yang direferensikan untuk pasien lansia yang tidak bisa konsumsi beberapa obat tertentu dan beresiko jika dilaksanakan perlakuan operasi untuk menyembuhkan permasalahan air liur berlebihan.

Tentu saja beragam cara menyembuhkan hipersalivasi ini perlu untuk Anda bahas dahulu sama dokter untuk tentukan opsi penyembuhan yang mana paling tepat.

Demikianlah Penyebab keluarnya air liur saat tidur pada orang dewasa serta penyebab mengeluarkan air liur secara berlebih. Dan semoga solusi cara mengatasi hal tersebut bisa membantu Anda yang menderita keluarnya air liur secara berlebihan.

Leave a Comment