Adat Istiadat Di Indonesia Diberbagai Daerah Yang Bikin Makin Cinta
Adat Istiadat Di Indonesia Diberbagai Daerah Yang Bikin Makin Cinta

Adat istiadat merupakan tata kelakuan yang bersifat kekal dan sudah dari jaman dahulu yang kemudian berlaku secara turun temurun dari lintas generasi sebagai sebuah warisan orang terdahulu atau biasa disebut nenek moyang. Sehingga menjadikannya sangat kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat. Adat istiadat diharapkan masyarakat generasi terbaru masih memiliki ikatan dengan pendahulunya dengan melestarikannya.

Pada disetiap daerah yang ada diIndonesia memiliki adat istiadat yang lengkap dan beranekaragam karena Indonesia sendiri memiliki ratusan suku dengan budaya yang kuat dan sangat menarik untuk dipelajari. Inilah salah satu kekayaan Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak sirna/punah dengan perubahan zaman yang semakin modern karena dikhawatirkan generasi terbaru meninggalkan adatnya mereka sendiri dan lebih condong menerima budaya luar yang belum tentu bagus untuk kita.

Bukan berarti kita melarang budaya luar masuk, tetapi alangkah baiknya adat tetap dijaga dan mungkin bisa dikolaborasikan dengan budaya luar yang masuk. Seperti halnya, Indonesia memiliki adat sopan santun yang membuat mereka diakui keramahannya oleh negara lain. Keramahan ini bisa kita lihat dari saat mereka menyambut orang yang tidak dikenal (asing) dengan senyum sambil menunduk sebagai ungkapan selamat datang di daerah kami.

Macam Adat Istiadat Suku Di Indonesia

Gambar Rumah Adat Suku Toraja Di Indonesia
Gambar Rumah Adat Suku Toraja Di Indonesia

Adat memiliki berbagai macam selain dari perilaku yang saya contohkan diatas. Ada Pakaian Adat, Tarian Adat, Rumah Adat. Jika disebutkan maka ada ratusan jenis dari setiap adat yang ada di Indonesia. Namun, disini saya akan membahas beberapa adat yang mungkin menarik untuk dibahas.

Rumah Adat 34 Provinsi Di Indonesia

Rumah adat atau rumah tradisional merupakan bangunan yang dibentuk sedemikian rupa dan sama dari lintas generasi dan tanpa mengalami sedikit perubahan. Rumah adat / rumah tradisional biasanya dibangun dengan memiliki kegunaan serta fungsi sosial yang memiliki arti budaya dibalik gaya dan corak yang ada pada rumah tersebut. Letak nilai rumah adat bisa dilihat dari kebiasaan masyarakat disana ketika rumah itu dibangun misalkan untuk upacara keagamaan/upacara adat.

Rumah adat tidak hanya menjadi simbol atau ikon dari daerah atau provinsi. Melainkan sebagai pengingat bahwa nenek moyang kita di negara ini juga memiliki kemampuan dalam bidang arsitek.

Mereka para pendahulu kita dalam membangun bukan hanya memetingkan kegunaan sebagai rumah saja. melainkan ada makna yang terkandung yang wajib kita jaga. Karena, rumah adat / rumah tradisonal adalah bagian dari kita, bagian dari Indonesia. Dan berikut saya coba rangkum rumah adat yang ada di 34 provinsi di Indonesia:

Rumah Adat Aceh (Rumoh Aceh)

Gambar Rumah Adat Aceh Rumoh Aceh
Gambar Rumah Adat Aceh Rumoh Aceh – wikimedia

Rumah adat Aceh (NAD: Nanggroe Aceh Darusalam) adalah rumah krong bade yang memiliki sebuta lain “Rumoh Aceh”. Ciri khas dari rumah adat ini terletak adanya 3 tangga tepat dibagian depan bangunan tersebut. Fungsi tangga tersebut sebagai pintu masuk tamu dan orang yang tinggal disana.

Yang menarik dari tangga ini disamping memiliki ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter dari tanah yakni jumlah anak tangga yang umumnya ganjil. Selain itu, Jika kita melihat pada dinding akan tampak ukiran khas yang disesuaikan dengan tingkat ekonomi pemilik rumah tersebut

Jika kita melihat dari luar rumah adat aceh, kita bisa melihat rumah adat itu berbentuk persegi panjang dari timur ke barat. Untuk atapnya sendiri hanya menggunakan daun rumbia saja. Pada setiap bagian mempunyai fungsi masing-masing. Mulai dari ruang tamu, ruang santai, ruang inti hingga gudang penyimpanan. Sayangnya, rumah adat aceh sekarang sudah sangat langka yang disebabkan perkembangan zaman.

Rumah Adat Sumatera Utara (Bolon)

Rumah adat bolon lebih tepatnya adalah rumah khas suku Batak dari Sumatera Utara. dahulunya rumah tradisional bolon merupakan tempat tinggal 13 raja yang berada diwilayah Sumatera Utara. Beberapa diantara raja tersebut bernama Raja Nagaraja, Raja Atian, Raja Mogam, dan lain sebagainya

Gambar Rumah Adat Sumatera Utara Bolon Wikipedia
Gambar Rumah Adat Sumatera Utara Bolon Wikipedia

Ada beberapa jenis yang dimiliki oleh rumah tradisional Sumut ini. Beberapa jenisnya antara lain Bolon Toba, Rumah Bolon Karo, Rumah Bolon Pakpak, Rumah Bolon Angkola, Rumah Bolon Toba, dan Rumah Bolon Simalungun.

Disamping itu, rumah adat bolon ternyata juga memiliki beberapa jenis mulai dari Bolon Toba, Bolon Karo, Bolon Pakpak, Bolon Angkola, dan Bolon Simalungun. Sementara untuk bangunannya, rumah adat bolon membentuk persegi empat dengan model panggung dengan tinggi dari tanah sekitar hampir 2 meter.

Didepannya terdapat tangga ditengah bangunan tersebut, hampir mirip dengan rumah adat aceh hanya 1 saja tidak 3 tangga masuk kedalam rumah tersebut. Ditiap sudut bangunan rumah terdapat tiang-tiang penyangga rumah kemudian atapnya tampak seperti bentuk pelana kuda. Untuk ruangannya mempunyai fungsi masing-masing. Salah satunya ada ruang jabu soding yang difungsikan untuk anak perempuan dikeluarga itu.

Rumah Adat Sumatera Barat “Bagonjong”

Rumah adat Sumatera Barat atau disebut bagonjong ini biasanya sama masyarakat setempat juga disebut dengan “Rumah Baanjung”. Jika anda menyempatkan pergi ke sumatera barat, anda akan sering kali menemukan rumah bagonjong ini. Namun, hanya beberapa daerah tertentu atau khusus. Ciri khas bangunan ini tampak pada atapnya yang memiliki bentuk tanduk kerbau yang bertumpuk.

Gambar Rumah Adat Sumatera Barat Bagonjong
Gambar Rumah Adat Sumatera Barat Bagonjong

Atap tersebut disusun dari tumpukkan ijuk. Ijuk adalah bagian dari pelepah daun yang menyelimuti batang pohon (wikipedia). Walaupun hanya menggunakan ijuk, atap rumah adat sumbar ini ketahanan yang tidak perlu diragunkan. Disetiap dinding juga terdapat ukiran yang menghiasi rumah adat sumbar. sama halnya seperti rumah adat aceh namun disini tidak untuk menunjukkan kasta ekonomi hanya sebagai hiasan yang bertema tetumbuhan merambat, bunga, buah, hingga akar berdaun.

Tarian Adat Suku Di Indonesia

Tarian Adat Suku Di Indonesia
Tarian Adat Suku Di Indonesia

Untuk rumah adat mungkin saya cukupkan 3 pembahasan. Agar, pembahasan mengenai berbagai adat istiadat di Indonesia lebih lengkap dari rumah, pakaian dan tarian. Namun, kedepannya jika ada permintaan akan saya bahas di artikel mengenai rumah adat dan penjelasannya. Sekarang, saya akan membahas tarian adat suku yang berada di Indonesia. Berikut ini beberapa tarian adat suku di Indonesia:

Tarian Adat Suku Asmat

Suku Asmat berasal dari papua. Suku ini dikenal dengan ukiran kayunya yang unik, beberapa ornamen/motif yang sering mereka pakai sebagai tema utama dalam proses pemahatan patung yaitu mengambil tema nenek moyang dari suku mereka yang disebut dengan mbis. Tidak hanya itu saja, ornamen pada pahatan mempunyai gambar seperti perahu atau wuramon yang mereka yakini sebagai simbol bahwa arwah mereka akan dibawah oleh nenek moyang dengan perahu. Seni ukir bagi penduduk suku asli asmat merupakan perwujudan dari cara melakukan ritual untuk mengenang arwah leluhurnya terdahulu.

Tarian Adat Suku Asmat
Tarian Adat Suku Asmat

Selain dari ukiran, hal yang menarik dari suku asmat adalah tarian adat suku asmatnya sendiri. Tarian ini biasa disebut dengan tari tobe. Tari tobe adalah tarian perang yang diiringi dengan alat musik tifa.

Tifa merupakan alat musik kendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Tifa sendiri terbuat dari sebatang kayu yang dihiangkan isinya bagian tengah kemudian salah satu sisi ujungnya ditutupi dengan kulit rusa yang dikeringkan agar menghasilkan suara yang bagus dan nyaring. Dibagian sampingnya, tifa diberikan ukiran khas dari suku asmat.

Tarian Adat Suku Bugis

Tarian Adat Suku Bugis Tari Pakarena Wikipedia
Tarian Adat Suku Bugis Tari Pakarena Wikipedia

Suku bugis merupakan salah satu suku yang terbesar di Indonesia, diawali dari Sulawesi mereka hingga sekarang sudah tersebar hampir ke seluruh pulau di Indonesia. Ciri khas suku bugis dikenal dengan karakternya yang keras.

Suku ini juga memiliki tradisi menarik diantaranya adalah tarian adat suku bugis. Tarian yang dilakukan dengan memakai pakaian bugis (baju bodo), tope(sarung) yang memiliki banyak macam curak (corak/motif) sekaligus kaya warna. Ada curak labba, curak caddi, curak sattulu’. dan curak bunga barang. Pakaian suku adat bugis dilengkapi dengan perhiasan seperti ponto (gelang tangan), rante (kalung), bangkara (anting), kutu-kutu (mahkota), salepe (ikat pinggang), pinang goyang (kembang goyang), passapu dengan iruk-irukang dan kipasa (kipas). Semuanya demi menunjang tarian adat bugis agar tampil secara totalitas.

Tarian Adat Suku Bugis Tari Paraga Wikipedia
Tarian Adat Suku Bugis Tari Paraga Wikipedia

Menurut info dari wikipedia mengenai tarian suku bugis ada 3 jenis tarian diantaranya:

  1. Tari Pakarena
    Tari Pakarena merupakan tarian tradisional yang dibawakan oleh perempuan, yang mengisahkan sebuah mitos mengenai perpisahan penghuni boting langi (negeri kayangan)

    Tarian Tradisional ini dibawakan oleh perempuan yang mengisahkan sebuah mitos perpisahan penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (bumi) pada zaman dulu. Dalam tarian ini menggambarkan pada akhir perpisahan boting langi dalam mengajarkan penghuni lino mengenai tatanan hidup dalam bercocok tanam, beternak, hingga berburu. Tarian ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada penghuni boting langi.

  2. Tari Paddupa
    Tarian yang ditujukkan untuk menyambut orang penting yang hadir diantara mereka seperti pejabat atau tamu lain sebagai tanda penghormatan. Tari Paddupa dibawakan oleh 7 orang. Selain sebagai penyambutan tamu, tarian ini bisa dilakukan dalam acara pernikahan maupun pesta adat. Masyarakat bugis percaya bahwa tarian ini adalah simbol penghormatan dan keterbukaan dalam menerima perubahan tanpa menghilangkan nilai estetika moral dan etika suku bugis itu sendiri.

  3. Tari Paraga
    Tarian yang dibawakan oleh 6 laki-laki ini merupakan sejenis permainan yang menggunakan pakaian adat passapu dengan dipadu baju kantiu serta celana barocci. Tarian ini juga menggunakan bola raga (takrow) dengan skema permainan bola selalu berpindah dari kaki ke kaki. Gerakan ini merupakan wujud dari a’ rannu-rannu.

    Dengan gerakan perpindahan bola tersebut terbentuk atraksi tarian tersendiri yang dilakukan oleh pemain yang sudah ahli. Bola akan terus dimainkan antar pemain agar jangan sampai menyentuh tanah (seni bola takrow).

Pakaian Adat Suku Di Indonesia

Masih banyak lagi tarian suku adat yang ada di Indonesia yang sangat populer selain 2 tarian diatas. Tarian itu diantaranya Tarik kecak, Tari jaipong, Tari pendet, Tari zapin, Tari piring, sampai Tari Ratoh Jaroe (Tarian Aceh). Nanti akan saya bahas mengenai tarian-tarian tersebut pada artikel selanjutnya.

Sekarang, saya ingin membahas mengenai pakaian adat. Ada sekitar pakaian adat di 34 provinsi di Indonesia. Namun saya akan membahas 3 pakaian adat yang saya ketahui. Sebab, ada banyak nama pakaian adat 34 provinsi bahkan lebih dari itu yang memerlukan waktu panjang untuk menuliskannya. Dan berikut 3 pakaian adat yang perlu anda ketahui:

Pakaian Adat Suku Jawa

Buat anda yang pernah pergi atau berwisata di Yogyakarta tentunya sudah pernah melihat baju daerah dari sana khususnya ketika anda mengunjungi keraton Yogyakarta akan disambut langsung oleh beberapa abdi dalem keraton yang semuanya mekakai pakaian adat jawa yang khas Yogyakarta. Baju adat Jawa Tengah memiliki ciri khas sendiri dengan corak yang tidak jauh beda dengan pakaian adat Yogyakarta.

Pakaian Adat Suku Jawa Surjan Wikipedia
Pakaian Adat Suku Jawa Surjan Wikipedia

Pakaian adatnya sendiri terdiri dari Blangkon, Surjan, dan Keris. Bedanya hanya terletak pada bentuk dari masing-masing aksesoris tadi. Nama Baju Adat Jawa Tengah untuk pria disebut dengan Jawi Jangkep (terdiri dari blangkon, baju beskap dan keris). Sedangkan untuk wanita disebut dengana baju Kebaya. Itu tadi jenis Baju adat Jawa Tengah Pria dan Wanita yang perlu Anda ketahui.

Pakaian adat suku jawa memiliki banyak model yang terdiri dari Blangkon, Surjan, dan Keris. Letak perbedaannya yaitu pada masing-masing bentuk aksesoris yang melekat dipakaian adat tersebut. Modelnya pun beragam sebut saja Jawi Jangkep (terdiri blangkon, baju beskap dan keris) untuk pria. sedangkan untuk wanita disebut dengan baju Kebaya. Selain itu ada juga Kanigaran, Basahan, Surjan, Beskap, Jarik, Kemben, Stagen.

Pakaian Adat Suku Sunda

Suku Sunda dikenal dengan sebagai suku yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budayanya. Sehingga tidak mengherankan di Jawa Barat khususnya daerah Sunda mempunyai berbagai macam baju adat yang disesuaikan dengan status sosial seseorang di suatu golongan dan hal itu menjadi keunikan tersendiri dalam berpakaian adat Jawa Barat. Tidak hanya dalam kasta sosial saja, tapi ada juga pakaian dibedakan berdasarkan acara. Seperti ada pakaian pengantin atau untuk acara resmi. Agar anda tidak bingung membedakan pakaian adat suku sunda ini, berikut saya jelaskan mengenai hal tersebut:

Pakaian Adat Suku Sunda Kalangan Bawah
Pakaian Adat Suku Sunda Kalangan Bawah
  1. Pakaian Adat Sunda Rakyat Biasa
    Pakaian ini umumnya banyak ditemukan pada rakyat dikalangan sederhana tanpa memakai banyak aksesoris. Dizaman dulunya, pakaian ini umumnya dipakai para petani atau pekerja lainnya dikalangan menengah ke bawah.

  2. Pakaian Adat Sunda Kaum Menengah
    Apabila kita bandingkan dengan kalangan bawah / rakyat biasa tentu ada perbedaan yang cukup tampak diantara keduanya. Pakaian adat Kalangan menengah terlihat lebih modis, rapi dan elegan walau tidak terlalu banyak aksesoris yang menempel dipakaian mereka.

    Pakaian ini umumnya digunakan orang yang bekerja sebagai pedagang, pengusaha atau orang-orang yang sudah menempuh pendidikan cukup tinggi pada zaman dahulu.

  3. Pakaian Adat Sunda Kalangan Bangsawan
    Sudah barang tentu untuk kalangan bangsawan, pakaian adatnya akan terlihat mewah dan elegan dibandingan pakaian rakyat biasa maupun menengah. Pakaian bangsawan memiliki perlengkapan yang bagus dan aksesoris yang menonjol dibandingkan dengan kaum dibawahnya.

  4. Pakaian Adat Sunda Untuk Pernikahan
    Dari 3 diatas, jenis pakaian adat untuk pernikahan ini masih kita jumpai hingga saat ini. Namun, Pakaian adat pengantin Sunda ini tentunya sudah melewati berbagai perubahan (modifikasi) untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar pakaian tetap terlihat modern pada masanya.

    Tokopedia: Beskap Sunda Dewasa Halus Adem Nyaman Dipakai Ukuran Jumbo Murah
    Shopee: Satu Set Beskap Pengantin Sunda Muslim Basofi Model Rizky

  5. Pakaian Adat Sunda Untuk Acara Resmi
    Seiring perubahan zaman suku Sunda terus memberi inovasi pada pakaian mereka. Sampai mungkin anda pernah dengar bahwa bandung menjadi tren fashion Indonesia. Disinilah Sunda dikenal dengan budaya fashion yang inovatif. Terutama untuk pakaian acara resmi, jika kita lihat secara sepintas. bahwa pakaian adat acara resmi ini ada kemiripan dengan pakaian adat kalangan bangsawan zaman dulu yang mana sudah mengalami perubahan seiring zaman.

Pakaian Adat Suku Asmat Papua

Pakaian adat suku asmat memiliki ciri khas tersendri, dimana bahan untuk membuat pakaian tersebut murni berasal dari alam. Dari sini kita bisa lihat bahwa mereka suku Asmat ada kedekatan erat dengan alam.

Pakaian Adat Suku Asmat Papua Wikipedia
Pakaian Adat Suku Asmat Papua Wikipedia

Tidak hanya bahan yang digunakan, desainnya pun terinspirasi dari cara memandang alam lalu menuangkan dipakaian adatnya. Misalnya pakaian adat untuk laki-laki dibuat menyerupai burung dan binatang lain sebagai lambang kejantanan. Sementara itu untuk perempuan menggunakan daun sagu pada rok dan penutup dada sebagai lambang kecantikan menyerupai burung kasuari.

Jika kita lihat secara umum, pakaian antara laki-laki dan perempuan suku Asmat tidaklah terlalu ada perbedaan yang mencolok. Mulai dari bagian kepala menggunakan penutup yang terbuat dari rajutan daun sagu dan pada sisi atasnya dihiasi dengan bulu burung kasuari. Serta bagian bawah dan dada (untuk perempuan) mengenakan rumbai-rumbai yang juga terbuat dari daun sagu.

Tidaklah sempurna pakaian adat itu jika tidak dilengkapi dengan aksesoris yang juga terbuat dari bahan yang sudah disediakan alam. Akseoris untuk melengkapi pakaian adat suku Asmat terdiri dari hiasan telinga, hidung, leher (kalung), tangan (gelang), serta tas selempang maupun punggung.

Dengan seiringnya perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar. Sebagian suku Asmat mulai meninggalkan pakaian tradisional mereka. Hanya masyarakat pedalamanlah yang masih melestarikan pakaian adat ini untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Demikian pembahasan mengenai adat istiadat dari berbagai suku yang ada di Indonesia yang patut kita cintai. Saya sendiri juga belum memahami secara lengkap keindahan adat yang ada di tanah pertiwi jadi tak ada salahnya bagi kita semua lebih mengenal dimana kita berasal dan menggali ragam adat dan budaya yang nantinya membuat kita lebih cinta dengan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here