Growth Mindset Adalah Hal Yang Harus Dimiliki
Growth Mindset Adalah Hal Yang Harus Dimiliki

Ketika kamu berpikir tentang orang-orang yang sukses, terampil, atau cerdas, menurut kamu bagaimana mereka sampai di sana? Apakah mereka mendapatkan sifat-sifat itu? Apakah mereka hanya beruntung atau berbakat?

Apakah kamu menganggap sifat-sifat ini sebagai hasil kerja keras, ketekunan, dan belajar terus-menerus dari kegagalan? Atau apakah kamu percaya bahwa keterampilan, kecerdasan, dan kesuksesan sepenuhnya bersifat genetik dan bahwa beberapa orang secara alami berbakat di bidang tertentu, dan yang lainnya tidak?

Sudut pandang yang berbeda ini dikenal sebagai mindset tetap dan growth mindset.

Apakah kamu tertarik untuk mencari tahu yang mana dan mengapa itu penting?

Mari kita lihat:

  • Apa maksud dari mempunyai growth mindset?
  • dan bukan?
  • Bagaimana growth mindset berbeda dari mindset tetap
  • 13 langkah untuk mengembangkan growth mindset dan mewujudkan kesuksesan kamu sendiri

Apa Yang Dimaksud Dengan Growth Mindset?

Apa Yang Dimaksud Dengan Growth Mindset
Apa Yang Dimaksud Dengan Growth Mindset

Jadi, ?

Konsep growth mindset pada awalnya dikembangkan oleh Psikolog Stanford Carol Dweck. Dia memperkenalkan ide tersebut kepada publik dalam Mindset: The New Psychology of Success.

Dalam buku ini, Dweck menunjukkan bagaimana orang (khususnya mahasiswa) bisa dibagi menjadi dua kelompok. Ada yang mempunyai growth mindset dan ada yang mempunyai mindset tetap.

Definisi :

Orang-orang dengan mindset berkembang percaya bahwa keterampilan dan kecerdasan adalah sesuatu yang bisa dikembangkan orang. Mereka percaya bahwa sementara orang mempunyai kualitas dan sifat yang melekat, kesuksesan datang dari pengembangan pribadi yang konstan.

Definisi mindset tetap adalah:

Sebaliknya, mereka yang mempunyai mindset tetap percaya bahwa bakat dan kecerdasan adalah sesuatu yang kamu miliki atau tidak kamu miliki.

Growth Mindset Wanita-Pemikiran-Pertumbuhan

Artinya, beberapa orang pandai dalam kegiatan tertentu, dan yang lain unggul dalam bidang yang berbeda. Mereka tidak percaya bahwa latihan, kegagalan, dan pengembangan strategi adalah kunci untuk mengembangkan bakat atau kecerdasan.

Yang dibahas Dweck adalah bahwa mereka yang mengembangkan bakat tingkat tinggi lebih sering adalah orang-orang dengan growth mindset.

Menariknya, mereka yang mempunyai growth mindset mengalami kesuksesan dan pengembangan keterampilan yang lebih besar.

Ini bekerja dua arah.

Membongkar Mitos: Growth Mindset

Terkadang ada ketidakjelasan bagi banyak orang tentang apa arti sebenarnya dari teori growth mindset.

Jadi, mari kita mulai dengan membongkar beberapa mitos growth mindset dan membahas beberapa realitas dan temuan yang berasal dari penelitian Dweck.

5 Mitos Growth Mindset

Pertama, mari kita lihat lima kesalahpahaman umum tentang growth mindset:

1. Mindsetnya Adalah Salah Satu/Atau

Ketika kita pertama kali belajar tentang pertumbuhan dan mindset tetap, kecenderungannya adalah mencoba dan mengidentifikasi dengan satu atau yang lain.

Bagaimanapun, ini tampak seperti konsep biner, dengan hanya dua keyakinan untuk dipilih.

Yang benar adalah, mindset umumnya bukan urusan ini/atau. Sebagian besar dari kita duduk di spektrum di suatu tempat di antara pertumbuhan dan mindset tetap.

2. Sebuah Organisasi Bisa Mempunyai Mindset

Tantangan lain yang dihadirkan oleh budaya mitos bahwa organisasi bisa mempunyai mindset.

Para pemimpin yang terinspirasi sering mengklaim bahwa “organisasi kami mempunyai growth mindset.” Ini biasanya tidak benar.

Growth Mindset Kelompok-Empat-Orang-Tersenyum-Di-Kerja-Pertumbuhan

Organisasi terdiri dari banyak orang, dan setiap orang mempunyai mindset mereka sendiri.

Sebuah organisasi bisa berusaha untuk mendorong dan mengembangkan growth mindset pada individu-individu di dalamnya sebagai bagian dari budaya perusahaannya. Tetapi bisnis tidak bisa mempunyai growth mindset dalam dirinya sendiri.

3. Mindset Berkembang Sama Dengan Mindset Positif

Sebuah growth mindset bukan hanya tentang tetap positif.

Mindset pertumbuhan adalah tentang percaya pada potensi pengembangan dan bahwa mempelajari keterampilan baru berasal dari latihan dan ketekunan. Ini bukan hanya dari bakat alami.

4. Mindset Yang Berkembang Secara Otomatis Mengarah Pada Hasil Yang Positif

Mindset berkembang itu sendiri tidak menjamin hasil. Orang dengan mindset tetap juga tidak dikecualikan dari kesuksesan.

Mindset berkembang yang digabungkan dengan motivasi untuk meningkatkan, komitmen terhadap pertumbuhan pribadi, dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan mendorong hasil yang positif.

5. Setiap Orang Mempunyai Potensi Yang Tidak Terbatas

Yang benar adalah bahwa tidak semua orang benar-benar mampu melakukan segalanya.

Beberapa orang percaya bahwa mempunyai growth mindset berarti bahwa pencapaian apapun adalah mungkin.

Ini tidak akurat. Individu dengan growth mindset menyadari bahwa kemampuan dan keterbatasan bawaan mereka juga berperan.

Tetapi mereka juga memahami bahwa kapasitas mereka untuk berprestasi tidak dimulai dan berhenti dengan susunan genetik mereka.

4 Realitas Growth Mindset

Sekarang setelah kita memecahkan beberapa mitos umum, mari kita lihat empat kenyataan tentang growth mindset.

1. Kebanyakan Orang Berada Di Antara Keduanya

Ketika Professor Carol Dweck menganalisis mindset siswa, dia tidak mengidentifikasi hasil biner murni.

Meskipun sebagian besar siswa di kelas sangat condong ke satu sisi atau yang lain, sebagian besar ditemukan mempunyai mindset di suatu tempat di tengah.

Blok-Duduk-Pada-Skala-Growth Mindset

Mereka mungkin percaya, misalnya, bahwa kemampuan mereka untuk meningkatkan matematika bergantung pada strategi pengajaran dan perhatian serta komitmen mereka sendiri terhadap proses pembelajaran. Tetapi mereka mungkin juga percaya bahwa kemampuan membaca dan menulis mereka melekat.

Pengamatan yang sama bisa dilakukan di tempat kerja.

2. Mindset Berkembang Lebih Dari Sekedar Usaha

Dweck telah memperhatikan, karena mindset berkembang dianut oleh pemimpin dan pendidik, banyak yang tampaknya percaya bahwa itu semua tergantung pada usaha.

Dweck mencatat bahwa beberapa guru tampaknya percaya bahwa mereka bisa meningkatkan prestasi siswa dengan menyuruh mereka untuk berusaha lebih keras. Dia menyebut ini sebagai ‘mindset pertumbuhan yang salah.’

Usaha itu penting. Namun yang lebih penting adalah sikap siswa terhadap pembelajaran hal baru dan cara pandang mereka terhadap kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

3. Tidak Semua Orang Bisa Mencapai Segalanya

Setiap individu mempunyai keterbatasan bahwa intervensi growth mindset bisa membantu memerangi tetapi tidak bisa mengatasi sepenuhnya.

Pemain berusia 5’2” 22 tahun itu tidak mungkin menjadi pemain di WNBA.

4. Hasil Positif Datang Dari Growth Mindset Dan Bekerja Menuju Tujuan

Siswa dan karyawan dengan growth mindset adalah orang-orang yang memahami bahwa peningkatan positif itu mungkin.

Mereka percaya bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus:

  • Lihat kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran
  • Luangkan waktu
  • Terima tantangannya
  • Kembangkan strategi baru untuk mengatasi setiap tantangan

Bekerja menuju goal tanpa pandangan ini tidak mungkin mendapatkan hasil yang positif. Menumbuhkan growth mindset tidak akan banyak membantu tanpa meluangkan waktu dan latihan yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan baru.

Mindset Pertumbuhan VS Mindset Tetap

Kita telah membahas apa itu growth mindset. Tapi apa bedanya dengan mindset tetap?

Berikut adalah perbedaan antara kedua sudut pandang tersebut:

Mindset PertumbuhanMindset Tetap
Menyukai tantanganMenghindari tantangan
Bertahan meski gagal Menyerah ketika mereka menghadapi kesulitan
Percaya bahwa orang bisa meningkatkan kecerdasan atau keterampilan merekaPercaya bahwa kecerdasan dan keterampilan adalah sesuatu yang kamu miliki sejak lahir dan tidak bisa dikembangkan
Terinspirasi dan termotivasi oleh kesuksesan orang lainTerancam oleh kesuksesan orang lain
Ingin belajarPercaya bahwa mereka sudah tahu segalanya
Menerima dan menerima kritikMengabaikan atau menolak kritik

13 Tips

Sekarang kita telah membahas manfaat dari growth mindset, mari kita telusuri beberapa tips tentang bagaimana kamu bisa mengembangkannya.

Pertama, kita akan berbicara tentang tindakan yang bisa kamu ambil sekarang, dan kemudian kami akan memberi kamu beberapa tindakan yang perlu kamu lakukan untuk jangka panjang.

Bersiaplah Untuk Mengembangkan Growth Mindset

Berikut adalah tujuh langkah yang bisa kamu ambil saat ini untuk mengembangkan growth mindset:

1. Tentukan Di Mana Kamu Duduk Sekarang

Apakah kamu menganggap diri kamu kurang lebih berada dalam kelompok growth mindset, dan kamu ingin memastikan kamu tetap seperti itu? Atau apakah kamu menggambarkan diri kamu sebagai orang yang mempunyai mindset tetap?

Mengetahui di mana kamu berdiri untuk memulai adalah fase pertama. Kamu tidak bisa mengatakan ke mana harus pergi jika kamu tidak tahu di mana kamu berada.

2. Jelajahi Mengapa Kamu Ingin Mengembangkan Growth Mindset

Ada apa dengan growth mindset yang memotivasi kamu untuk berubah? Manfaat apa yang kamu lihat dibawa oleh growth mindset ke dalam hidup kamu?

Memahami hal ini akan memberimu tujuan selama tahap-tahap sulit dalam mengembangkan pandangan dunia ini.

3. Temukan Orang Lain Yang Telah Mengembangkan Growth Mindset

Mulailah berbicara dengan teman, keluarga, dan kolega kamu tentang growth mindset. Lihat apakah ada orang yang kamu kenal juga sedang mengembangkannya. Mereka mungkin bisa memberikan beberapa wawasan berharga.

4. Ubah Perspektif Kamu Tentang Kegagalan

Mulailah melihat kegagalan bukan sebagai tanda ketidakmampuan tetapi sebagai bagian dari proses belajar.

Tidak ada yang memulai usaha apa pun untuk menjadi sempurna dari tujuan. Bahkan atlet, artis, dan tokoh bisnis terhebat di dunia dimulai sebagai anak-anak dengan sedikit bakat atau keahlian.

5. Pahami Keterbatasan Kamu Sendiri

Ketahuilah bahwa beberapa hal akan melampaui apa yang bisa kamu capai. Ini membantu kamu untuk menetapkan tujuan yang realistis. Ini akan membantu kamu memahami bahwa beberapa upaya (seperti yang tidak sesuai dengan susunan genetik kamu) akan membutuhkan lebih banyak usaha.

Growth Mindset Wanita-Pemikiran-Di-Depan-Rak Buku-Pertumbuhan

6. Perhatikan Bagaimana Kamu Berbicara Dan Bertindak

Perhatikan bagaimana kamu berbicara tentang bakat dan keterampilan. Apakah kamu mendapati diri kamu mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak pandai dalam hal ini” atau “Dia memang berbakat secara alami”?

Ganti frasa tersebut dengan “Saya belum mahir dalam hal ini.” dan “Dia jelas berusaha keras untuk menjadi sangat berbakat.”

Perhatikan bagaimana orang lain di sekitar kamu berbicara dan bertindak, lalu cari mereka yang mempunyai growth mindset dan bina hubungan kamu dengan mereka.

7. Pelajari Tentang Plastisitas Otak

Jika kamu adalah tipe orang yang suka mempelajari cara kerja otak manusia, maka pertimbangkan untuk terjun ke dunia neuroplastisitas.

Ini akan memberi kamu perspektif fisiologis yang rapi tentang bagaimana growth mindset sebenarnya bekerja.

Mulailah Memupuk Dan Mengembangkan Growth Mindset

Setelah kamu menguasai tujuh langkah di atas, inilah saatnya untuk mulai menambahkan tindakan growth mindset ini ke dalam repertoar kamu.

1. Lihat Tantangan Kamu Sebagai Peluang

Hidup akan selalu menemukan cara untuk melemparkan sesuatu yang sulit padamu. Cobalah untuk tidak melihat tantangan ini sebagai hambatan atau kemunduran yang kamu takuti. 

Sebaliknya, cobalah untuk melihat mereka secara lebih positif. Cobalah untuk melihat mereka sebagai peluang untuk mengatasi sesuatu yang sulit dan tumbuh sebagai hasilnya. Semakin sulit tantangannya, semakin besar kesempatan untuk belajar dan berkembang.

2. Renungkan Setiap Hari Tentang Apa Yang Telah Kamu Gagal (Dan Pelajari)

Banyak dari kita menghabiskan waktu di penghujung hari untuk merenungkan kesuksesan kita. Meskipun ini adalah kebiasaan yang berharga, coba tambahkan beberapa menit untuk merenungkan area di mana hal-hal tidak berjalan dengan baik. Apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu? Intinya bukan untuk berdiam atau menyalahkan diri sendiri tetapi untuk mengenali dan mengunci pembelajaran. 

3. Berhenti Mencari Persetujuan Dari Orang Lain

Ketika kita mencari persetujuan orang lain, kita mengambil tujuan yang salah. Kami mulai menganggap yang benar sebagai tujuan kami, daripada belajar dan tumbuh. Sadar akan perbedaannya. Berhentilah sejenak untuk mengenali ketika kamu mengejar persetujuan daripada pertumbuhan dan ingatkan diri kamu, dengan baik, untuk berhenti mencari persetujuan dari orang lain. Kamu akan menemukan bahwa kamu menjadi lebih nyaman dengan kegagalan harian yang datang dengan peregangan.

4. Identifikasi Peluang Untuk Merayakan Keberhasilan Orang Lain

Ketika orang lain di sekitar kamu berhasil, rayakan! Lebih dari itu, penasaran apa yang membuat mereka sukses. Lebih baik lagi, tanyakan pada mereka. Terhubung dengan orang lain untuk memahami tindakan apa yang mereka ambil dan bagaimana mereka menghadapi tantangan untuk mencapainya.

Wanita-High-Fiving-A-Person-At-The-Gym-Growth-Mindset

5. Fokus Pada Tindakan Yang Bermanfaat, Bukan Sifat

Kamu juga bisa membantu orang lain mengembangkan growth mindset dengan memuji usaha dan tindakan mereka daripada sifat bawaan mereka.

Misalnya, jika anak kamu membawa pulang hasil yang luar biasa pada kuis pop mereka, pujian yang sesuai akan terdengar seperti, “Wow, kamu melakukannya dengan sangat baik, kamu pasti telah berusaha keras untuk belajar,” daripada, “Wow, kamu berhasil. baiklah, kamu pasti sangat pintar.”

6. Mulailah Menggunakan Kata “Belum” Lebih Sering

Ini adalah hal yang sederhana. Setiap kali kamu mendapati diri kamu berpikir “Saya tidak pandai dalam hal ini,” tambahkan kata “belum”:

“Aku belum terlalu mahir dalam hal ini.”

Apakah Kamu Mempunyai Mindset Tetap Atau Berkembang?

Sekarang setelah kamu belajar tentang growth mindset dan mindset tetap, kamu merasa cocok dengan kubu mana?

Jika kamu mengidentifikasi dengan konsep growth mindset, bagus! kamu sedang dalam perjalanan untuk mengembangkan bakat kamu sendiri. Luangkan waktu untuk merenungkan area di mana mindset kamu mungkin lebih tetap, karena kebanyakan dari kita adalah campuran dari keduanya.

Jika kamu merasa lebih seperti orang dengan mindset tetap, maka pertanyaan berikutnya untuk ditanyakan pada diri sendiri adalah: “Apakah ini sesuatu yang ingin saya ubah?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here