manfaat psikoterapi ruqyah syar’iyyah
manfaat psikoterapi ruqyah syar’iyyah

Psikoterapi dan ruqyah syar’iyyah adalah bidang keilmuan yang saling berdiri sendiri dan istilah tersebut juga terbilang baru karena memadukan dari dua bidang keilmuan. Psikoterapi bisa menggunakan metode Barat ataupun metode Islam. Sebab itu, tergantung pada seorang terapis menggunakan metode yang mana. Disinilah kita akan mengetahui seluk-beluk dari psikoterapi ruqyah syar’iyyah ini.

Definisi Psikoterapi Ruqyah Syar’iyyah

Psikoterapi secara bahasa (etimologis) berasal dari dua kata, yaitu “psyche” artinya jiwa, pikiran, atau mental dan “therapy” artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.

Secara istilah, ada yang berpendapat seperti Mujib (2002:8) mengungkapkan bahwa psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Sedangkan, Dedi Susanto yang dikenal sebagai motivator psikologis menyebutnya dengan istilah terapi pemulihan jiwa.

Secara harfiah, psikoterapi adalah penyembuhan atau pengobatan menurut ilmu jiwa, maksudnya adalah cara penyembuhan yang digunakan adalah berdasarkan metode psikologis (Yahya, 1994:166).

Psikoterapi Islam menurut Hamdani Bakran Adz-dzaky (2004:228) mengemukakan pendapat tentang psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW atau secara empirik adalah melalui bimbingan dan pengajaran Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Nya atau ahli waris para nabinya.

Psikoterapi Islam diartikan oleh Anshori (2000:242) bahwa psikoterapi Islam adalah upaya penyembuhan jiwa (nafs) manusia secara rohaniyyah yang didasarkan pada tuntutan al-Qur’an dan al-Hadits, dengan metode analisi esensial empiris serta ma’rifat terhadap segala yang tampak pada manusia.

Psikoterapi Ruqyah Syar’iyyah adalah penyembuhan rohani dan jasmani dengan metode psikologis yang diberi pendekatan dengan teknik atau metode ruqyah syar’iyyah sehingga reaksi dan sensasi akan bermunculan ketika saat proses penyembuhan tersebut dari reaksi dan sensasi itulah pasien akan mengalami sendiri perubahan yang sedang terjadi dalam tubuh maupun jiwanya. Secara istilahnya, psikoterapi ruqyah syar’iyyah adalah Terapi pemulihan jiwa dengan metode Ruqyah Syar’iyyah dalam tahap penyembuhannya.

Manfaat Psikoterapi Ruqyah Syar’iyyah bagi manusia

manfaat psikoterapi ruqyah syariyyah bagi manusia
manfaat psikoterapi ruqyah syariyyah bagi manusia

Ada beberapa manfaat psikoterapi ruqyah syar’iyyah yang dapat disampaikan oleh penulis disini, diantaranya adalah:

  1. Menstabilkan mental ke arah yang baik.

    Dalam hal ini, mengoptimalkan talenta yang dimiliki oleh mental seseorang untuk lebih baik daripada sebelumnya, misalnya yang semula tidak berani berbicara jujur alhasil menyadarkan bahwa kejujuran adalah yang harus dilakukan bagaimana situasi dan kondisi apapun. Sejak saat itulah, ia akan mengubah dirinya sendiri untuk lebih jujur setelah mendapatkan hidayah ke dalam dirinya.
  2. Mendorong diri untuk bertobat atas dosa-dosa di masa lalu.

    Menyadarkan bahwa selama ini yang dilakukan atau penyakit maupun gangguan yang dialami itu diakibatkan oleh dirinya sendiri yaitu harus bertobat dan mengubah diri ke arah yang lebih baik. Maka ada keajaiban setelah dirinya memohon ampun kepada Allah, dan memohon maaf kepada orang yang bersangkutan atau memaafkan orang yang telah mendzalimi maka kesembuhan dengan dirinya akan datang.
  3. Mendatangkan kesembuhan

    Semula mengidap cemas berlebihan dan takut berlebihan seiring waktu berangsur lebih baik bahkan hilang sama sekali penyakit seperti itu yang ada adalah jauh lebih tenang, tidak khawatir dengan ketetapan Allah, dan lebih bisa menerima apa yang Allah berikan kepadanya.
  4. Melepaskan belenggu dari gangguan jin, gangguan sihir maupun penyakit a’in

    Proses psikoterapi ruqyah syar’iyyah pun bisa melepaskan dari belenggu sehingga akan terbebas dari segala penghalang dalam diri, penghalang dalam kehidupan, penghalang jodoh, dan penghalang-penghalang lainnya. Yang semula dirasa sulit akan berubah drastis menjadi lebih mudah, dan seterusnya.
  5. Menelusuri penyebab asal mula gangguan yang terjadinya pada jiwa

    Mengetahui asal-usul yang menjadi penyebab penyakit atau gangguan menjadi ada dalam dirinya. Misalnya: berawal dari melamun, berawal dari dosa masa lalu, berawal dari pengaruh a’in baik dari dirinya baik dari orang lain, dan seterusnya.
  6. Mengetahui perlindungan diri yang bisa dilakukan

    Doa-doa yang seperti apa yang bisa dilakukan, sikap seperti apa yang harus diperbaiki dan dihindari. Sehingga dapat memungkinkan penjagaan diri supaya gangguan yang sebelumnya dialami tidak kembali lagi. Bukan dengan perlindungan melalui jimat, benda keramat, ziarah kramat dan lainnya yang mendekati kepada perilaku kesyirikan.
  7. Mengarahkan mental untuk muhasabah, evaluasi diri, dan istiqomah

    Setelah hasil proses psikoterapi ruqyah syar’iyyah diharapkan setelah mendapatkan penyadaran, hidayah, dan itikad untuk berubah harus dijalankan dengan baik dengan kontinu (istiqomah). Istiqomah memang tidaklah mudah tapi harus dibarengi dengan kekuatan niat yang kokoh, supaya bisa terus menerus dalam kebaikan tidak lagi kembali ke jerumus dalam jalan keburukan dan sejenisnya.

Itulah manfaat psikoterapi ruqyah syar’iyyah yang dapat disimpulkan oleh penulis berdasarkan pengalaman yang pernah dialami selama menanggani kasus yang berkaitan dengan hal ini. [Muhammad Adam Hussein, S.Pd, Psikoterapis Ruqyah Syar’iyyah dari Sukabumi, Jawa Barat]

SUMBER PUSTAKA

  • Abdul, Mujib. 2002. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Adz-Dzaky, Hamdani Bakran. 2004. Konseling dan Psikoterapi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
  • Anshori, Fuad. 2000. Aplikasi Psikologi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here